Sunscreen menjadi salah satu kategori skincare yang menarik untuk dipertimbangkan ketika ingin membangun beauty brand. Di Indonesia, sun care bahkan menjadi kategori dengan performa terbaik dalam industri beauty and personal care pada 2025 menurut laporan riset pasar global dari Euromonitor International. Perkembangan kategori ini juga semakin dipengaruhi oleh kehadiran produk-produk inovatif yang menggabungkan perlindungan matahari dengan manfaat skincare dan pendekatan hybrid.
Namun, semakin besar sebuah kategori, semakin banyak pula produk yang harus bersaing untuk mendapatkan perhatian konsumen. Karena itu, membuat brand sunscreen tidak cukup hanya dengan memilih produk yang sedang ramai di media sosial. Anda perlu memahami jenis sunscreen, siapa penggunanya, kebutuhan market, serta alasan apa yang membuat produk Anda layak dipilih.
Salah satu konsep yang menarik untuk dibandingkan adalah tinted sunscreen dan sunscreen non-tinted dengan chemical UV filters. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan dapat diarahkan kepada kebutuhan kelompok konsumen yang berbeda pula.
YUK KONSULTASI PRODUK ANDA
Diskusikan konsep produk, HPP produk, dan strategi brand-mu bersama tim Dreamlab.
Konsultasi Gratis dengan DreamlabTinted Sunscreen dan Chemical Sunscreen, Apa Bedanya?
Sebelum membandingkannya secara mendalam, penting untuk memahami bahwa istilah tinted dan chemical sebenarnya menjelaskan dua aspek formulasi yang berbeda.
Tinted sunscreen mengacu pada produk tabir surya yang memiliki pigmen warna (biasanya iron oxide), sehingga selain memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar UV dan blue light, produk juga dapat memberikan efek complexion atau meratakan warna kulit seketika. Sementara itu, chemical sunscreen mengacu pada penggunaan bahan aktif penyaring UV organik (seperti avobenzone, octinoxate, atau tinosorb) dalam mekanisme perlindungan terhadap sinar UV dengan cara menyerap radiasi dan mengubahnya menjadi panas.
Dengan demikian, sebuah produk tinted sunscreen pun sebenarnya dapat menggunakan chemical UV filters maupun physical filters dalam formulanya. Untuk brand owner yang ingin meluncurkan formulasi hybrid yang seimbang, pelajari panduan maklon sunscreen hybrid BPOM yang memadukan keunggulan proteksi ganda dengan kenyamanan tekstur maksimal.
Bagi calon brand owner, perbedaan ini sangat krusial karena pilihan konsep produk sebaiknya tidak hanya didasarkan pada istilah tren yang sedang viral, tetapi bertumpu pada fungsi, pengalaman sensori penggunaan, dan target konsumen yang ingin Anda jangkau.
Tinted Sunscreen: Sunscreen dengan Fungsi Complexion
Tinted sunscreen memberikan pigmen rona warna pada formula sehingga pengguna mendapatkan tambahan efek complexion ketika mengaplikasikannya. Konsep ini sangat menarik karena berhasil menggabungkan kebutuhan perlindungan harian sunscreen dengan tampilan warna kulit wajah yang lebih merata, segar, dan bebas kusam.
Dengan produk ini, pengguna dapat memangkas jumlah produk complexion (seperti foundation atau BB cream tebal) dalam rutinitas dandan sehari-hari. Di Indonesia sendiri, produk tinted sunscreen lokal mulai banyak bermunculan dalam berbagai positioning; bahkan beberapa produk tinted sunscreen lokal baru tercatat resmi mengantongi notifikasi kosmetik dari BPOM RI pada awal 2026 berdasarkan data penelusuran resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Siapa yang Cocok Menggunakan Tinted Sunscreen?
Tinted sunscreen sangat diminati oleh konsumen yang menyukai gaya no-makeup makeup look, menginginkan tampilan kompleksi wajah natural tanpa rasa berat di pori-pori, atau membutuhkan produk all-in-one yang praktis untuk aktivitas harian yang padat. Konsep ini juga sangat cocok bagi pengguna yang ingin menyamarkan noda hitam atau kemerahan ringan tanpa harus mengaplikasikan foundation berlapis-lapis.
Apa yang Bisa Menjadi Pembeda Tinted Sunscreen?
Peluang diferensiasi produk tinted sunscreen tidak hanya terbatas pada warna pigmen semata. Sebagai pemilik brand, Anda dapat memikirkan variasi shade range yang inklusif untuk warna kulit tropis Indonesia, tingkat coverage (sheer to medium), hasil akhir (dewy, satin, atau soft-matte), tekstur formula, rasa di kulit (skin feel yang ringan dan non-greasy), serta tambahan bahan aktif perawatan barrier kulit. Dengan racikan terarah, tinted sunscreen brand Anda memiliki positioning yang jauh lebih spesifik daripada sekadar label “sunscreen berwarna”.
Chemical Sunscreen: Fokus pada Perlindungan UV dan Pengalaman Formula
Chemical sunscreen memanfaatkan bahan aktif organic UV filters sebagai pilar utama sistem pertahanan dari paparan sinar UV A dan UV B. Dalam pengembangan formula di laboratorium, sediaan kimiawi ini dapat diarahkan ke beragam pengalaman penggunaan yang sangat variatif, mulai dari tekstur watery gel, lotion ringan, hingga sensasi sejuk menyegarkan.
Karena tidak mengandung partikel pigmen warna seperti tinted sunscreen, fokus inovasi chemical sunscreen dapat dieksplorasi secara mendalam pada aspek tekstur ultra-ringan, kemudahan blending, ketiadaan residu putih (zero white cast), dan kompatibilitas tinggi dengan berbagai jenis sediaan skincare lain.
Siapa yang Cocok Menggunakan Chemical Sunscreen?
Sunscreen non-tinted berbasis chemical memiliki basis pengguna yang sangat masif dan lintas gender karena tidak membutuhkan pencocokan warna kulit (shade match). Produk ini sangat ideal untuk pria, remaja, pengguna olahraga luar ruangan, hingga pencinta skincare yang membutuhkan proteksi harian transparan tanpa mengubah tampilan warna alami wajah.
Apa yang Bisa Menjadi Pembeda?
Karena kategori sunscreen bening sudah sangat padat oleh pemain-pemain besar, diferensiasi tidak lagi cukup hanya dengan mengklaim “SPF 50+ PA++++”. Brand Anda perlu membangun keunikan melalui pengalaman sensori pengguna: sensasi dingin saat diaplikasikan (cooling sensation), efek kontrol sebum tahan lama untuk kulit berminyak, hidrasi mendalam berbasis hyaluronic acid atau ceramide, hingga formula yang tidak perih di mata saat berkeringat.
Bagaimana Kondisi Market Sunscreen di Indonesia?
Pasar sunscreen di Indonesia menunjukkan dinamika kompetisi yang sangat ketat dan bertumbuh pesat. Riset e-commerce dari Compas.co.id Market Insight untuk platform Shopee pada periode kuartal kedua 2026 mencatat bahwa brand lokal Wardah menduduki pangsa pasar tertinggi kategori tabir surya sebesar 10,4%, dibayangi ketat oleh Facetology (7,5%), Azarine (6,3%), Skintific (4,9%), dan SKIN1004 (3,7%). Lima brand teratas tersebut menguasai 46,2% total market share di kategori yang dipantau.
Ketatnya persaingan juga terlihat di platform ShopTokopedia pada periode yang sama, di mana Wardah mencatat market share 7,41% dan Facetology membuntuti di 7,36% dengan selisih sangat tipis 0,05 poin persentase, disusul oleh Azarine (4,05%), Scora (3,34%), dan Labore (2,84%).
Data tersebut membuktikan dua fakta fundamental: market sunscreen di Indonesia sangat besar dengan perputaran repeat order yang tinggi, namun tingkat persaingannya sangat padat. Oleh sebab itu, brand baru wajib memiliki alasan rasional dan pembeda yang jelas mengapa produknya pantas dibeli oleh konsumen.
Market Besar, Tetapi Brand Baru Tetap Membutuhkan Market Fit
Besarnya pasar sunscreen memberikan peluang emas, namun ukuran pasar yang masif tidak otomatis menjamin produk Anda langsung laku. Ketika konsumen disuguhkan ratusan pilihan di rak toko maupun keranjang marketplace, brand Anda harus menemukan Product-Market Fit (PMF).
Market fit bukan berarti Anda harus menemukan kategori yang sama sekali asing atau belum pernah dibuat orang lain. Anda bisa mengambil kategori tabir surya yang sudah populer, lalu meracik solusi produk yang jauh lebih relevan untuk segmen konsumen tertentu. Pelajari teknik menemukan diferensiasi yang tajam melalui panduan cara menentukan USP produk kosmetik.
Tinted atau Non-Tinted, Mana yang Lebih Berpeluang?
Jika membandingkan potensi audiens berdasarkan jangkauan pengguna, chemical sunscreen non-tinted memiliki potensi pasar yang lebih luas karena produk dapat dipakai oleh siapa saja tanpa terikat warna kulit. Namun, kategori ini menuntut anggaran promosi dan visual branding yang kuat karena berhadapan langsung dengan merek-merek raksasa.
Di sisi lain, tinted sunscreen menawarkan peluang diferensiasi yang sangat kuat dari sisi nilai fungsional. Konsumen tidak hanya membeli tabir surya biasa, melainkan mendapatkan pengalaman sediaan kosmetik 2-in-1 (skincare + makeup ringan). Pertanyaannya bagi brand owner bukan sekadar: “Mana yang lebih laku?” Melainkan: “Konsep mana yang paling selaras dengan identitas brand dan segmen target yang ingin Anda kuasai?”
Temukan Market Fit untuk Brand Sunscreen Anda Bersama Dreamlab
Peluang membangun brand sunscreen yang sukses selalu berakar dari pemahaman mendalam tentang siapa yang ingin Anda layani. Jika target konsumen Anda adalah orang-orang yang membutuhkan tabir surya harian yang nyaman tanpa rasa gerah, chemical sunscreen ringan dengan finishing matte atau dewy segar adalah pilihan ideal.
Sebaliknya, jika target Anda adalah pekerja kantoran atau mahasiswi yang menginginkan rutinitas pagi ringkas (skincare sekaligus complexion instan), formulasi tinted sunscreen berdaya rekat baik adalah solusi yang tepat sasaran.
Bersama Dreamlab, Anda tidak membuat produk sunscreen hanya karena tren semata. Kami membimbing Anda melalui alur strategis: Target Market → Kebutuhan Konsumen → Konsep Produk → Formulasi Kustom R&D.
Bagaimana Menentukan Konsep Sunscreen yang Tepat?
Tentukan Siapa Target Konsumennya
Definisikan persona pengguna produk Anda secara spesifik. Apakah pekerja kantoran, pengguna aktif makeup, pria yang enggan terlihat berdandan, atau pemilik kulit sensitif dan rentan berjerawat? Persona yang jelas akan menjadi kompas dalam menentukan formula produk.
Tentukan Masalah atau Kebutuhan yang Ingin Dijawab
Cari tahu titik nyeri (pain point) pengguna dari sunscreen yang beredar saat ini. Apakah mereka mengeluhkan rasa perih di mata, tekstur yang memicu komedo, rasa lengket saat berkeringat, atau warna ashy (keabu-abuan)? Kebutuhan inilah yang menjadi fondasi riset formulasi.
Tentukan Experience yang Ingin Diberikan
Sunscreen dinilai pelanggan dari pengalaman saat dioleskan ke kulit (skin sensory feel): seberapa cepat meresap, bagaimana aromanya, apakah timbul pilling saat ditimpa bedak, dan rasa kenyamanan setelah 8 jam beraktivitas. Sensori penggunaan adalah kunci utama repeat order.
Tentukan Alasan Produk Anda Berbeda
Tanyakan kembali pada konsep Anda: Mengapa konsumen harus beralih membeli produk Anda dibanding merek yang sudah populer? Jawaban tersebut dapat berasal dari klaim bahan aktif spesifik, shade yang sangat pas, packaging aplikator inovatif, atau integrasi manfaat skin barrier.
Buat Brand Sunscreen dengan Custom Formula
Setelah target market dan konsep produk ditentukan dengan matang, langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya ke dalam formula laboratorium nyata. Anda tidak perlu pusing memikirkan persentase bahan kimia, stabilitas emulsi, atau proses homogenisasi sediaan.
Cukup sampaikan konsep yang Anda inginkan kepada tim R&D formulator Dreamlab melalui lembar brief sederhana. Tim formulator kami akan menerjemahkan ekspektasi tekstur, SPF target, dan manfaat aktif menjadi formula kosmetik berstandar internasional.
Custom Formula Sunscreen Bersama Dreamlab
Dreamlab mendukung calon pemilik brand melalui layanan pengembangan formula eksklusif. Dengan memegang teguh prinsip 1 Client = 1 Custom Formula, formula yang diracik khusus untuk brand Anda tidak akan pernah diduplikasi atau dijual kepada brand kompetitor lain.
Hal ini memberi Anda kebebasan penuh dalam membangun identitas produk yang orisinal, terlindungi, dan bernilai jual tinggi di hadapan konsumen.
Alur Membuat Brand Sunscreen di Dreamlab
Proses mewujudkan brand sunscreen berizin resmi di Dreamlab berjalan terstruktur dari hulu hingga hilir:
Konsultasi Konsep Brand
Mendiskusikan ide produk, target audiens, pilihan konsep tinted atau chemical, target SPF/PA, dan estimasi budget produksi bersama tim konsultan bisnis Dreamlab.
Pengembangan Custom Formula
Tim R&D formulator Dreamlab meracik formula khusus berdasarkan brief konsep, mengoptimalkan sinergi filter UV, pigmen, dan agen hidrasi.
Pembuatan & Evaluasi Sample
Sampel produk dikirimkan ke Anda untuk diuji sensori tekstur, aroma, daya resap, serta kesesuaian rona warna hingga mencapai persetujuan final.
Pengembangan Packaging
Pemilihan kemasan primer dan sekunder (tube, airless pump, botol pipet) yang kedap udara serta desain estetis sesuai regulasi pelabelan kosmetika.
Persiapan Legalitas BPOM & Halal
Tim regulatory Dreamlab mengawal pendaftaran notifikasi izin edar BPOM, uji stabilitas lab, sertifikasi Halal MUI, dan perlindungan merek HKI.
Produksi Massal Higienis CPKB
Proses manufaktur dilakukan di fasilitas modern bersertifikasi CPKB Grade A dengan sistem filtrasi HEPA bertekanan positif dan kontrol mutu ketat.
Siap Masuk Market & Peluncuran
Produk siap didistribusikan ke gudang penjualan Anda, didukung pembekalan strategi peluncuran produk dan digital marketing dari ekosistem Beauty Academy.
Pelajari seluruh tahapan proses pembuatan produk kosmetik resmi melalui panduan Alur Maklon Dreamlab.
Jangan Hanya Membuat Sunscreen, Bangun Produk yang Punya Alasan untuk Dipilih
Pasar kosmetik tabir surya di Indonesia telah diramaikan oleh banyak merek dengan strategi perang harga dan promosi yang agresif. Karena itu, kunci keberhasilan brand baru bukanlah mencari kategori langka yang belum ada pemainnya, melainkan masuk ke pasar yang sudah jelas permintaannya (proven demand) dengan menawarkan solusi yang lebih tepat sasaran bagi kelompok konsumen tertentu.
Tinted sunscreen adalah jalan pintas yang cerdas jika Anda ingin memadukan proteksi UV dengan kepraktisan riasan wajah harian. Sementara sunscreen non-tinted memberi Anda ruang inovasi tak terbatas untuk menghadirkan sensasi formula terbaik yang ringan, menyejukkan, dan melembapkan kulit.
Yang paling penting bukanlah sekadar memilih sediaan yang sedang viral hari ini, melainkan melahirkan produk yang tepat untuk pasar yang ingin Anda bina secara berkelanjutan.
Yuk, Buat Brand Sunscreen Custom Bersama Dreamlab
Sudah memiliki ide produk tabir surya tetapi masih bingung menentukan antara tinted atau non-tinted, merumuskan target konsumen, mencari karakter formula unik, hingga menyusun positioning produk? Anda dapat memulainya dari diskusi konsep yang paling sederhana.
Konsultasikan siapa konsumen yang ingin Anda sasar dan bagaimana pengalaman produk yang ingin Anda hadirkan. Selanjutnya, tim R&D Dreamlab akan mendampingi Anda meracik custom formula eksklusif berizin resmi BPOM.
Melalui ekosistem Layanan One Stop Maklon Kosmetik Dreamlab, seluruh proses peracikan sampel, sertifikasi izin edar BPOM, kurasi kemasan, hingga manufaktur massal CPKB Grade A kami kelola secara profesional.
Karena membangun brand sunscreen bukan hanya tentang mencantumkan angka SPF pada kemasan, melainkan tentang menghadirkan produk yang tepat, bagi konsumen yang tepat, dengan alasan yang kuat untuk terus dicintai.
Diskusikan ide formulasi tinted atau chemical sunscreen eksklusif Anda bersama Dreamlab — Maklon Juaranya Formula!
Konsultasi Gratis dengan Dreamlab →
