Extrait de Parfum vs Eau de Parfum: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis Parfum?
Memilih jenis parfum menjadi salah satu keputusan penting ketika Anda ingin membangun brand fragrance sendiri. Dua pilihan yang paling sering dibandingkan adalah Extrait de Parfum dan Eau de Parfum (EDP). Keduanya dapat digunakan sebagai produk utama sebuah brand, tetapi memiliki karakter, konsentrasi fragrance, positioning, dan strategi harga yang berbeda.
Bagi calon business owner, pertanyaannya tentu bukan hanya mana yang lebih wangi atau lebih tahan lama. Pertanyaan yang lebih penting adalah mana yang lebih sesuai dengan target market, HPP, harga jual, dan positioning brand yang ingin dibangun.
Karena itu, sebelum menentukan produk pertama, Anda perlu memahami perbedaan keduanya sekaligus melihatnya dari sisi bisnis. Bisa jadi Extrait memberikan ruang harga lebih tinggi, tetapi EDP justru lebih mudah diterima market. Semuanya kembali pada strategi produk yang ingin Anda bangun.
YUK KONSULTASI PRODUK ANDA
Diskusikan konsep produk, HPP produk, dan strategi brand-mu bersama tim Dreamlab.
Konsultasi Gratis dengan DreamlabExtrait de Parfum vs Eau de Parfum, Apa Bedanya?
Perbedaan utama Extrait de Parfum dan Eau de Parfum berada pada konsentrasi fragrance dalam formulanya. Dalam praktik industri, EDP umumnya berada pada konsentrasi sekitar 10–20%, sedangkan Extrait sering berada pada kisaran 15–40%. Namun, istilah tersebut tidak memiliki satu batas konsentrasi universal yang berlaku secara kaku untuk seluruh industri fragrance.
Dreamlab sendiri mencantumkan Eau de Parfum sekitar 15–20% dan Extrait de Parfum sekitar 20–40% dalam kategori produk parfumnya.
v>Namun, konsentrasi lebih tinggi tidak otomatis berarti parfum lebih baik. Performa fragrance juga dipengaruhi oleh komposisi formula, kualitas bahan wewangian, karakter aroma, reaksi kimiawi kulit pemakai, hingga cara penggunaannya. Jadi, jangan memilih Extrait hanya karena angka konsentrasinya lebih tinggi. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: produk seperti apa yang ingin Anda bangun?
Extrait de Parfum: Cocok untuk Brand Seperti Apa?
Extrait de Parfum dapat menjadi pilihan menarik bagi brand yang ingin membangun positioning premium atau luxury. Konsentrasi fragrance yang lebih tinggi memberikan ruang untuk mengembangkan produk dengan karakter yang lebih rich dan menjadikan pengalaman aroma sebagai bagian utama dari produk.
Dari sisi branding, Extrait juga dapat digunakan untuk membangun persepsi produk yang lebih eksklusif. Misalnya, Anda ingin membuat fragrance dengan packaging premium, jumlah produksi terbatas, storytelling yang kuat, dan target customer yang memang bersedia membayar lebih untuk pengalaman fragrance.
Namun, ada konsekuensi dari positioning tersebut. Formula dengan konsentrasi fragrance yang lebih tinggi dapat membuat biaya bahan menjadi lebih besar. Packaging premium juga dapat meningkatkan HPP secara keseluruhan. Artinya, harga jual yang tinggi tidak otomatis menghasilkan keuntungan yang tinggi. Anda tetap harus menghitung keseluruhan biaya produksi dan melihat apakah target market Anda memang bersedia membayar harga tersebut.
Eau de Parfum: Cocok untuk Brand Seperti Apa?
Berbeda dengan Extrait, Eau de Parfum dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk brand yang ingin menjangkau market lebih luas. EDP dapat dikembangkan untuk berbagai karakter fragrance, mulai dari fresh, floral, fruity, woody, musky, hingga gourmand. Karena fleksibilitas tersebut, EDP dapat digunakan sebagai produk utama untuk daily fragrance maupun berbagai occasion.
Bagi brand baru, fleksibilitas ini cukup penting. Anda mungkin belum mengetahui aroma mana yang paling disukai market, berapa harga yang paling mudah diterima, atau positioning seperti apa yang paling cocok. Melalui fasilitas maklon parfum Dreamlab, EDP dapat menjadi pilihan ideal untuk mengembangkan hero product yang lebih mudah diposisikan sebelum brand Anda memperluas lini wewangian berikutnya.
Mana yang Lebih Menguntungkan: Extrait atau EDP?
Ini bagian yang paling penting bagi business owner. Jawabannya: tidak ada yang otomatis lebih menguntungkan. Keuntungan bisnis parfum tidak hanya ditentukan oleh harga jual. Anda perlu melihat hubungan antara HPP, harga jual, volume penjualan, dan repeat purchase. Formula sederhananya:
Mari kita lihat perbandingan simulasi bisnis secara sederhana:
HPP: Rp70.000 • Harga Jual: Rp199.000 • Gross Profit per Unit: Rp129.000
HPP: Rp100.000 • Harga Jual: Rp299.000 • Gross Profit per Unit: Rp199.000
Jika hanya melihat margin per unit, Extrait tentu terlihat lebih menggiurkan (Rp199.000 vs Rp129.000). Namun bagaimana jika kita hitung dengan volume penjualan riil di pasar?
Volume EDP: 1.000 unit × Rp129.000 = Rp129.000.000
Volume Extrait: 300 unit × Rp199.000 = Rp59.700.000
Ilustrasi ini menunjukkan satu hal penting: margin per unit yang lebih tinggi belum tentu menghasilkan total profit bisnis yang lebih besar jika volume penjualannya lambat. Karena itu, saat menentukan jenis parfum, pertimbangkan aspek unit economics secara utuh, bukan hanya berpatokan pada harga jual tinggi.
EDP vs Extrait: Mana yang Cocok untuk Brand Parfum Pemula?
Untuk pemula, pilihan sebaiknya kembali pada kondisi bisnis. Jika Anda ingin menjangkau market yang lebih luas dan masih melakukan validasi produk, EDP dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Sementara jika Anda sudah memiliki positioning yang jelas dan ingin membawa brand ke arah premium atau niche, Extrait dapat menjadi pilihan yang lebih relevan.
Tetapi ada satu opsi yang sering kali lebih menarik: tidak perlu memilih salah satu. Anda dapat menggunakan EDP sebagai produk utama (hero product) dan Extrait sebagai lini premium pelengkap. Dengan begitu, konsumen baru dapat mengenal aroma brand Anda melalui EDP terlebih dahulu, kemudian melakukan upgrade ke varian Extrait de Parfum yang lebih eksklusif.
Alur Membuat Brand Parfum Bersama Dreamlab
Membuat brand parfum tidak harus dimulai dengan memiliki formula sendiri atau membangun fasilitas produksi. Bersama partner maklon yang tepat, prosesnya dapat dimulai dari ide produk kemudian dikembangkan secara bertahap hingga menjadi produk yang siap diperkenalkan ke market:
Konsultasi Ide Produk
Tahap pertama dimulai dengan membahas konsep brand, target market, karakter produk, hingga scent direction agar pengembangan memiliki arah yang jelas.
Free Custom Formula
Formula wewangian dikembangkan oleh R&D Dreamlab dengan prinsip 1 Client = 1 Custom Formula untuk melahirkan signature scent eksklusif.
Pembuatan Sample
Anda menerima sampel untuk menguji performa aroma di kulit, ketahanan (longevity), sillage, dan karakter dry-down sebelum produksi massal.
Desain Branding & Packaging
Dreamlab menyediakan Free Desain Logo dan Kemasan untuk memvisualisasikan botol dan box parfum yang selaras dengan positioning brand.
Legalitas BPOM & Halal
Pengurusan notifikasi izin edar BPOM, sertifikasi Halal, hingga pendaftaran HKI merek diproses secara resmi dan tuntas.
Produksi
Proses pencampuran, maserasi, filling, crimping sprayer, dan quality control dijalankan di fasilitas berstandar CPKB Grade A.
Digital Marketing Kit & Photo Shoot
Dukungan materi promosi digital dan foto studio profesional untuk kebutuhan launching di media sosial maupun marketplace.
Support Setelah Produksi
Free akses ke Beauty Academy Community untuk terus belajar strategi pemasaran, networking, dan mengembangkan bisnis parfum Anda.
Yuk, Buat Brand Parfum Anda Bersama Dreamlab
Sudah menentukan ingin menggunakan EDP atau Extrait? Sekarang saatnya mengembangkan aroma dan formula yang sesuai dengan konsep brand Anda.
Sudah menentukan ingin menggunakan EDP atau Extrait? Sekarang saatnya mengembangkan aroma dan formula yang sesuai dengan konsep brand Anda.
Konsultasikan Brand Parfum Anda →
