Ada dua aroma yang paling disukai market parfum di 2026: modern gourmand, dan perpaduan cherry-raspberry. Kalau kamu lagi mikir mau bikin brand parfum sendiri, dua arah aroma ini yang perlu kamu pertimbangkan duluan — sebelum kamu buang waktu dan biaya riset formula yang ternyata nggak sesuai selera pasar.
Ini bukan asumsi. Tim Dreamlab membahasnya langsung lewat salah satu konten edukasi mereka, dan artikel ini merangkum poin-poinnya, plus gimana cara mengembangkannya kalau kamu mau positioning yang lebih premium.

Kenapa Aroma Nggak Boleh Asal Pilih Sebelum Bikin Parfum
Salah pilih arah aroma bisa bikin brand parfum kamu kelihatan ketinggalan zaman — padahal belum sempat launching. Ini bukan cuma soal selera pribadi, tapi soal apakah aroma yang kamu pilih memang sedang dicari pasar atau tidak.
Karena itu, sebelum masuk ke tahap formulasi, penting untuk tahu dulu arah tren aroma yang sedang diminati. Dua tren berikut ini bisa jadi titik awal sebelum kamu masuk ke detail formula bareng tim R&D.
Trend #1: Aroma Modern Gourmand
Gourmand adalah istilah di dunia parfum untuk aroma yang terinspirasi dari makanan atau minuman manis — vanilla, karamel, cokelat, kopi, sampai kue-kue manis. Kalau kamu pernah cium parfum yang bikin teringat dessert, itulah gourmand. Tren ini masih jadi salah satu arah paling diminati di 2026, tapi versinya sudah jauh berbeda dari gourmand "generasi lama".
Gourmand versi lama cenderung sangat manis, pekat, dan berat — dominan vanilla, karamel, dan cokelat yang tebal, kadang dipadu rempah oriental yang kuat. Aromanya tahan lama, tapi sering terasa "menempel" dan berat dipakai seharian, apalagi di cuaca panas atau siang hari. Kesannya lebih cocok untuk pemakaian malam atau acara formal, bukan aroma yang nyaman dipakai tiap hari.
Gourmand versi baru (modern gourmand) justru dibuat lebih ringan dan "airy". Rasa manisnya tetap ada, tapi dipadukan dengan notes musky, woody, atau creamy supaya nggak terlalu dominan dan bikin eneg. Berikut gambaran piramida notes-nya:
| Lapisan Notes | Gourmand Versi Lama | Gourmand Modern (Trend 2026) |
|---|---|---|
| Notes atas (kesan pertama) | Rempah/oriental yang kuat | Buah segar ringan — pir, bergamot |
| Notes tengah (karakter utama) | Vanilla, karamel, cokelat tebal | Vanilla, karamel, atau praline yang lebih lembut, dipadu almond susu |
| Notes dasar (daya tahan) | Amber/oriental pekat, berat | Musk bersih, tonka bean, woody lembut |
| Kesan keseluruhan | Manis, pekat, "menempel", cocok malam hari | Ringan, "airy", nyaman dipakai sehari-hari |
Kenapa disukai? Karena hasil akhirnya nyaman dipakai kapan saja — kerja, kuliah, atau jalan santai — tanpa terasa berlebihan. Ini sejalan dengan selera pasar sekarang yang suka aroma "cozy" tapi tetap bersih dan nggak norak, mirip konsep "skin scent" yang lagi banyak dicari: wangi yang terasa seperti bagian dari diri sendiri, bukan aroma yang "berteriak".
Trend #2: Aroma Cherry dan Raspberry
Tren kedua masuk kategori fruity atau fruity-floral — didominasi buah beri merah seperti cherry dan raspberry yang punya karakter juicy, manis dengan sedikit sentuhan asam segar.
Susunan notes yang umum dipakai untuk arah aroma ini:
- Notes atas (top notes): cherry dan raspberry sebagai ciri khas utama, kadang ditambah blackberry atau red currant supaya aromanya lebih kompleks, nggak terasa satu dimensi.
- Notes tengah (heart notes): biasanya dipadu rose, jasmine, atau almond ringan untuk memberi kesan lembut dan sedikit feminin.
- Notes dasar (base notes): musk lembut atau vanilla tipis, supaya saat aromanya "turun" (dry down) tetap terasa halus, nggak tiba-tiba jadi terlalu asam atau tajam.
Kenapa disukai? Karena kesannya playful, muda, dan segar — cocok dengan tren estetika "girly" atau "clean girl" yang belakangan viral di media sosial. Aroma ini gampang dipakai untuk kegiatan sehari-hari, terasa fun dan approachable, tanpa harus seberat parfum oriental atau woody klasik. Cocok untuk brand yang menyasar target market lebih muda atau ingin positioning yang ceria dan nggak terlalu serius.
Buat Parfum Kombinasi Lebih Premium
Kalau kamu ingin mengembangkan dua tren di atas ke arah yang lebih premium, tim Dreamlab menyarankan menambahkan vanilla dan amber ke dalam komposisi. Dua bahan ini memberi kesan hangat, dalam, dan lebih mewah — sering dipakai di parfum-parfum kelas atas untuk memberi "kedalaman" pada aroma dasar yang lebih ringan seperti gourmand atau buah-buahan.
Kombinasi base notes yang tepat inilah yang membedakan parfum yang terasa "premium" dari yang terasa generik, meski arah aromanya sama-sama sedang tren.
Rubah dari Ide ke Eksekusi
Tahu tren aromanya saja belum cukup — hasil akhirnya tetap bergantung pada seberapa presisi formula itu diterjemahkan sesuai target market dan positioning brand kamu. Di sinilah peran Dreamlab maklon kosmetik: membantu menentukan konsep parfum berdasarkan market insight, target konsumen, hingga positioning brand, bukan cuma sekadar mencampur notes yang lagi tren.
Lewat filosofi Juaranya Formula dan pendekatan 1 Klien 1 Formula, setiap brand mendapat racikan notes yang disesuaikan dengan karakter brand-nya sendiri — bukan formula generik yang dipakai berulang ke banyak klien. Ditambah legalitas lengkap (BPOM RI, Halal MUI, HKI), parfum yang kamu kembangkan bukan cuma wangi sesuai tren, tapi juga siap dijual secara resmi.
Panduan Membuat Custom Brand Parfum Bersama Dreamlab
Tahu dua tren aroma di atas cuma titik awal. Langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya jadi formula parfum yang benar-benar milik brand Anda sendiri — bukan aroma pasaran yang gampang ditiru kompetitor. Berikut alurnya, sekaligus bagaimana Dreamlab mendampingi tiap tahap:
- Tentukan konsep dan target market. Siapa yang mau Anda sasar (usia, gaya hidup, kepribadian brand), karena ini menentukan arah aroma mana yang paling cocok — modern gourmand untuk kesan hangat dan nyaman, atau cherry-raspberry untuk kesan muda dan ceria. Di Dreamlab, tahap ini dimulai lewat konsultasi konsep bareng tim.
- Pilih arah notes atas, tengah, dan dasar. Dari konsep yang sudah ditentukan, breakdown ke notes yang lebih spesifik seperti contoh di atas — atau tambahkan vanilla dan amber kalau ingin kesan lebih premium. Tim R&D Dreamlab meracik formulanya lewat pendekatan 1 Klien 1 Formula, jadi aroma yang dihasilkan eksklusif untuk brand Anda, bukan formula massal yang juga dipakai brand lain.
- Sampling dan revisi. Uji hasil formula ke diri sendiri dan calon konsumen kecil dulu sebelum produksi massal — aroma yang enak di kertas tester belum tentu terasa sama di kulit.
- Kemasan dan identitas brand. Desain kemasan yang mencerminkan karakter aroma, misalnya kemasan hangat dan earthy untuk gourmand, atau warna-warna ceria untuk cherry-raspberry.
- Legalitas produk. Urus notifikasi BPOM dan sertifikasi halal supaya parfum bisa dijual resmi dan aman secara hukum — Dreamlab mendampingi proses ini sebagai bagian dari layanannya (BPOM RI, Halal MUI, HKI).
- Produksi dan launching. Dengan MOQ fleksibel, Anda bisa tentukan sendiri jumlah produksi awal sesuai kemampuan dan kebutuhan brand, baru masuk ke strategi peluncuran ke pasar.
Enam langkah ini yang biasanya paling banyak bikin calon pemilik brand parfum bingung mulai dari mana — makanya proses ini lebih aman dijalani bareng partner yang sudah biasa menangani semuanya dari awal sampai akhir, dari konsep aroma, sampel, legalitas, sampai produk jadi.
Baca juga: panduan cara buat parfum sendiri dengan maklon, rekomendasi maklon kosmetik terbaik, dan estimasi biaya maklon parfum MOQ kecil untuk referensi lebih lanjut.
Kalau Anda sudah punya gambaran arah aroma dari dua tren di atas, langkah berikutnya tinggal konsultasikan langsung ke tim Dreamlab untuk mulai proses custom brand parfum Anda.
Konsultasikan Konsep Aroma Parfum Brand Kamu
Tahu tren aromanya adalah langkah awal — meraciknya jadi formula yang benar-benar sesuai karakter brand kamu adalah langkah berikutnya. Kamu bisa mulai dengan konsultasi gratis bersama tim Dreamlab maklon kosmetik untuk konsep parfum dan dapatkan sampelnya.

Konsultasikan Konsep Aroma Parfum Brand Kamu
Tahu tren aromanya adalah langkah awal — meraciknya jadi formula yang benar-benar sesuai karakter brand kamu adalah langkah berikutnya. Kamu bisa mulai dengan konsultasi gratis bersama tim Dreamlab maklon kosmetik untuk konsep parfum dan dapatkan sampelnya. Diskusikan HPP, formula, dan strategi brand parfum-mu tanpa komitmen awal.
Konsultasi Gratis SekarangPertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja langkah membuat parfum brand sendiri?
Secara umum meliputi: menentukan konsep dan target market, memilih arah notes atas-tengah-dasar, sampling dan revisi formula, mendesain kemasan sesuai karakter aroma, mengurus legalitas (BPOM dan halal), lalu produksi dan launching.
Berapa biaya untuk membuat custom parfum di Dreamlab?
Biayanya bervariasi tergantung kompleksitas formula, bahan baku, kemasan, dan jumlah produksi (MOQ) yang dipilih. Karena itu, estimasi biaya paling akurat didapat lewat konsultasi gratis langsung dengan tim Dreamlab sesuai konsep brand kamu.
Apakah bisa bikin custom parfum sendiri di Dreamlab?
Bisa. Dreamlab menerapkan pendekatan 1 Klien 1 Formula, jadi setiap brand mendapat racikan aroma yang dikembangkan khusus sesuai konsep dan target market masing-masing, bukan formula massal yang dipakai berulang ke klien lain.

