Permintaan konsumen terhadap produk skincare yang berfungsi sebagai eksfoliasi kimiawi (chemical exfoliant) mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Exfoliating toner yang diformulasikan dengan AHA, BHA, maupun PHA menjadi salah satu lini dengan siklus pembelian ulang (repeat-order rate) paling cepat di pasar skincare Indonesia. Bagi calon beautypreneur, kategori produk ini menawarkan peluang diferensiasi formula yang luas—selama pengembangan formulasinya ditangani oleh tim R&D yang memahami stabilitas, pH sediaan, dan batasan konsentrasi yang berlaku.
Melalui layanan jasa maklon exfoliating toner AHA BHA PHA BPOM dari Dreamlab maklon kosmetik, Anda dapat membangun lini eksfoliasi dengan formula eksklusif berstandar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) Grade A. Berbeda dari sekadar vendor produksi, Dreamlab berperan sebagai brand partner yang mendampingi sejak perumusan konsep produk, riset pasar, formulasi, uji sampel, pendampingan notifikasi BPOM, hingga strategi peluncuran ke pasaran.
Artikel ini membahas karakter masing-masing kelompok acid (AHA, BHA, PHA), contoh penerapan pada konsep brand tertentu, serta bagaimana tim Dreamlab dapat membantu Anda mengembangkan produk eksfoliasi toner yang aman, stabil, dan siap edar.
YUK KONSULTASI PRODUK ANDA
Diskusikan konsep produk, HPP produk, dan strategi brand-mu bersama tim Dreamlab.
Konsultasi Gratis dengan DreamlabPerbedaan AHA, BHA, dan PHA
Sebelum menentukan formula, penting memahami karakter masing-masing kelompok acid. Ketiganya sama-sama berfungsi sebagai agen eksfoliasi kimiawi, tetapi ukuran molekul, kecepatan penetrasi ke kulit, dan profil iritasi yang ditimbulkannya berbeda satu sama lain. Perbedaan karakter ini menjadi dasar pertimbangan tim R&D Dreamlab dalam menentukan arah formulasi dan positioning produk Anda. Jika Anda ingin memahami konteks pengembangan toner alami untuk eksfoliasi wajah, pendekatan dengan AHA/BHA/PHA memiliki filosofi yang serupa—yaitu menentukan konsentrasi dan pH yang sesuai dengan target kulit.
AHA (Alpha Hydroxy Acid)
AHA merupakan kelompok acid larut air (water-soluble) yang bekerja pada permukaan kulit. Contoh yang paling umum digunakan dalam formulasi kosmetik adalah glycolic acid—yang berasal dari tebu dan memiliki ukuran molekul paling kecil sehingga penetrasinya paling cepat—serta lactic acid yang berasal dari susu fermentasi dan cenderung lebih lembut. Karena sifatnya bekerja di permukaan, AHA banyak dipilih untuk konsep produk yang berfokus pada penampilan kulit kusam serta tekstur yang terasa kurang merata, bukan untuk masalah pori tersumbat atau jerawat aktif.
BHA (Beta Hydroxy Acid)
BHA, khususnya salicylic acid, adalah acid larut minyak (oil-soluble) sehingga mampu menembus ke dalam pori-pori dan membantu melarutkan sebum berlebih. Karakter ini menjadikan BHA relevan untuk konsumen dengan kulit berminyak, pori yang mudah tersumbat, dan tampilan komedo. Berbeda dengan AHA, salicylic acid juga memiliki sifat anti-inflamasi ringan yang sering dimanfaatkan dalam produk untuk kulit berjerawat ringan.
PHA (Poly Hydroxy Acid)
PHA memiliki struktur molekul yang jauh lebih besar dibandingkan AHA sehingga proses penyerapan ke kulit berlangsung lebih lambat dan lebih lembut. Contoh PHA yang umum digunakan dalam formulasi kosmetik antara lain gluconolactone dan lactobionic acid. Karena profil iritasinya lebih rendah, PHA sering dipilih untuk konsep produk yang mengutamakan eksfoliasi harian dengan pendekatan gentle, termasuk untuk konsumen dengan kulit sensitif atau pengguna skincare pemula yang baru pertama kali mencoba eksfoliasi kimiawi.
Buat Brand Exfoliating Sesuai Kebutuhan Kulit
Pemilihan acid akan lebih mudah jika dimulai dari masalah atau kebutuhan kulit yang ingin menjadi fokus produk. Bukan berarti satu acid hanya dapat digunakan untuk satu masalah—namun karakter masing-masing bahan dapat membantu menentukan arah formulasi dan positioning produk. Berikut empat konsep brand exfoliating toner yang umum dikembangkan melalui layanan jasa maklon kosmetik BPOM dari Dreamlab:
Kulit Kusam & Tekstur Tidak Merata → AHA
Jika konsep brand ingin menyasar konsumen yang merasa kulitnya terlihat kusam dan memiliki tekstur kurang rata, AHA dapat menjadi salah satu pilihan bahan eksfoliasi. Glycolic acid dan lactic acid termasuk kelompok AHA yang umum digunakan dalam formulasi kosmetik.
Ketentuan Konsentrasi & pH untuk Produk Kosmetik Mengandung AHA
| Konsentrasi Total AHA | pH Sediaan | Kategori Aplikasi |
|---|---|---|
| ≤ 10% (dihitung sebagai asam) | ≥ 3,5 | Dapat diaplikasikan sendiri oleh konsumen |
| > 10% – 20% (dihitung sebagai asam) | ≥ 3,0 | Penggunaannya hanya oleh dokter |
| > 20% – 30% (dihitung sebagai asam) | ≥ 3,0 | Aplikasi oleh dokter spesialis dermatologi dan venerologi |
Sumber: PerBPOM Nomor 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika.
Artinya, untuk pengembangan exfoliating toner kosmetik, Anda tidak otomatis menggunakan konsentrasi AHA 10% atau 20%. Konsentrasi, jenis AHA, pH sediaan, sistem formula, tujuan produk, dan ketentuan regulasi yang berlaku harus ditentukan secara terpadu oleh tim formulator.
Kulit Berminyak & Mudah Komedo → BHA
Untuk konsumen dengan kulit berminyak dan pori yang mudah tersumbat, BHA dapat menjadi pilihan yang lebih relevan. Salicylic acid merupakan BHA yang umum digunakan dalam formulasi kosmetik.
- Contoh produk: BHA Clarifying Toner
- Positioning: Oil & Pore Care
- Karakter sediaan: Tekstur ringan, cepat meresap, dirancang untuk rutinitas perawatan kulit konsumen dengan kulit berminyak dan pori yang mudah tersumbat.
Kulit yang Membutuhkan Eksfoliasi Lebih Gentle → PHA
Jika target pasar Anda lebih mempertimbangkan eksfoliasi dengan pendekatan gentle, PHA dapat menjadi salah satu bahan yang dipertimbangkan.
- Contoh produk: PHA Gentle Toner
- Positioning: Gentle Exfoliation
- Karakter sediaan: Molekul besar yang lebih lambat menyerap, membantu menjaga toleransi kulit sensitif atau pengguna skincare yang baru pertama kali mencoba eksfoliasi kimiawi.
Ingin Menggabungkan Beberapa Kebutuhan → AHA + BHA + PHA
Brand juga dapat mengembangkan konsep dengan kombinasi beberapa kelompok acid—misalnya AHA + BHA + PHA Exfoliating Toner dengan positioning Multi-Acid Exfoliation. Namun, kombinasi tersebut perlu dirancang secara khusus. Tidak cukup hanya menambahkan tiga acid ke dalam satu formula. Jenis bahan, rasio konsentrasi, sistem buffer pH, sistem pengawet, dan karakter penggunaan akhir perlu dipertimbangkan secara cermat oleh formulator agar sediaan tetap stabil, nyaman dipakai, dan tetap memenuhi ketentuan BPOM. Peluang ini juga relevan dengan pengembangan lini body serum AHA yang belakangan naik daun di pasar Indonesia.
Kembangkan Exfoliating Toner Custom Bersama Dreamlab
Jika Anda ingin membuat brand exfoliating toner, Anda tidak perlu datang dengan formula yang sudah jadi. Anda dapat memulai dari konsep sederhana—misalnya: “Saya ingin membuat toner untuk kulit berminyak yang mudah komedo.” Atau: “Saya ingin membuat exfoliating toner dengan konsep gentle untuk pengguna skincare pemula.” Dari ide tersebut, arah produk dapat dikembangkan bersama tim R&D Dreamlab.
Dengan pendekatan 1 Client = 1 Custom Formula, pengembangan produk dapat disesuaikan dengan konsep brand yang ingin Anda bangun—mulai dari pemilihan jenis acid, peracikan bahan aktif, sistem buffer pH, hingga karakter sensori akhir yang menjadi pembeda produk Anda di pasaran. Tim Dreamlab juaranya formula juga membantu memastikan setiap formula memenuhi standar keamanan dan regulasi yang berlaku sebelum didaftarkan ke BPOM—mulai dari memahami perbedaan notifikasi BPOM vs izin edar kosmetik hingga penyusunan Dokumen Informasi Produk (DIP).
Seluruh alur pengembangan dijalankan secara terstruktur melalui 8 tahap maklon kosmetik Dreamlab: konsultasi ide, formulasi tepat, pembuatan sampel, diskusi hasil, legalitas & desain, produksi, persiapan media promosi, hingga pemasaran. Anda dapat menyesuaikan kecepatan dan skala produksi sesuai dengan kesiapan modal dan strategi peluncuran brand.
Yuk, Kembangkan Brand Exfoliating Toner Anda
Membuat exfoliating toner membutuhkan lebih dari sekadar menentukan bahan aktif. Masalah kulit menentukan arah produk—kemudian jenis acid, konsentrasi, pH, tekstur, dan sistem formula dikembangkan untuk mendukung konsep tersebut. Jika Anda sudah memiliki ide untuk membuat exfoliating toner AHA, BHA, PHA, atau kombinasi ketiganya, Dreamlab siap membantu mengembangkan konsep tersebut melalui proses konsultasi, custom formula, sample, hingga produksi berstandar CPKB Grade A.
Punya ide exfoliating toner sendiri?
Mulai konsultasikan konsep produknya bersama Dreamlab maklon kosmetik. Diskusikan HPP, formulasi, dan strategi brand Anda tanpa komitmen awal.
Konsultasi Gratis dengan Dreamlab →Pertanyaan Seputar Exfoliating Toner (FAQ)
Berapa modal untuk membuat exfoliating toner?
Modal pembuatan exfoliating toner dapat berbeda untuk setiap brand, tergantung pada formula, jenis acid (AHA/BHA/PHA), konsentrasi, jenis kemasan, ukuran produk, dan jumlah produksi. Tim konsultan Dreamlab dapat membantu menyusun simulasi Harga Pokok Produksi (HPP) yang transparan setelah konsep produk dan kemasan ditetapkan.
Berapa MOQ untuk membuat exfoliating toner?
MOQ (Minimum Order Quantity) di Dreamlab bersifat fleksibel dan dapat dikonsultasikan berdasarkan konsep produk serta kebutuhan produksi Anda. Anda dapat mendiskusikan jumlah produksi yang paling sesuai dengan strategi validasi pasar dan kapasitas modal sebelum menentukan batch pertama.
Bagaimana cara membuat sample exfoliating toner?
Proses dimulai dari konsultasi konsep produk, kemudian tim R&D Dreamlab membantu menentukan arah formula berdasarkan kebutuhan kulit target pasar dan positioning brand. Sampel fisik dikirim untuk diuji sensori—mulai dari tekstur, aroma, hingga daya sebar—sebelum formula final disetujui untuk masuk tahap produksi.
Apakah produk exfoliating toner wajib memiliki izin edar BPOM?
Ya. Seluruh produk kosmetik yang beredar di Indonesia—termasuk exfoliating toner—wajib memiliki nomor notifikasi izin edar BPOM. Tim regulatori Dreamlab mendampingi penyusunan Dokumen Informasi Produk (DIP) dan pengajuan notifikasi hingga nomor izin edar resmi diterbitkan.
Bisakah saya menggabungkan AHA, BHA, dan PHA dalam satu formula?
Bisa. Konsep Multi-Acid Exfoliation (AHA + BHA + PHA) dapat dikembangkan melalui layanan custom formula Dreamlab. Namun, kombinasi ini memerlukan perancangan rasio konsentrasi, sistem buffer pH, dan urutan aplikasi yang cermat agar sediaan tetap stabil, tidak mengiritasi kulit, dan sesuai ketentuan BPOM.

