Exfoliating toner menjadi salah satu produk yang menarik untuk dikembangkan bagi brand skincare karena dapat dirancang untuk kebutuhan kulit yang berbeda. AHA, BHA, dan PHA sama-sama digunakan dalam produk eksfoliasi, tetapi karakter masing-masing tidak sama. AHA lebih sering digunakan untuk kebutuhan eksfoliasi permukaan kulit, BHA banyak digunakan pada produk untuk kulit berminyak dan pori tersumbat, sedangkan PHA memiliki karakter eksfoliasi yang lebih lembut.
Perbedaan tersebut membuat pengembangan exfoliating toner sebaiknya tidak dimulai dari pertanyaan “berapa persen AHA yang harus digunakan?”, tetapi dari kebutuhan produk yang ingin dibuat.
Misalnya, brand ingin menyasar kulit kusam, kulit berminyak, atau konsumen yang menginginkan eksfoliasi yang lebih gentle. Setiap konsep dapat membutuhkan pendekatan formula yang berbeda. Di sinilah proses R&D menjadi bagian penting dalam membuat exfoliating toner AHA BHA PHA custom.
PERBEDAAN AHA, BHA, DAN PHA
Sebelum menentukan formula, penting memahami karakter masing-masing acid.
AHA
AHA atau Alpha Hydroxy Acid merupakan kelompok acid yang digunakan dalam produk eksfoliasi. Contohnya antara lain glycolic acid dan lactic acid. AHA banyak digunakan untuk membantu eksfoliasi pada permukaan kulit dan dapat menjadi pilihan untuk konsep produk yang berfokus pada kulit kusam serta tekstur yang kurang merata.
BHA
BHA atau Beta Hydroxy Acid, khususnya salicylic acid, sering digunakan pada produk yang ditujukan untuk kulit berminyak dan masalah pori tersumbat. Watsons juga menjelaskan BHA sebagai pilihan untuk konsumen dengan kulit berminyak, komedo, dan pori yang mudah tersumbat.
PHA
PHA atau Poly Hydroxy Acid memiliki molekul yang lebih besar dibandingkan AHA sehingga penyerapan ke kulit berlangsung lebih lambat. Karena karakter tersebut, PHA sering digunakan dalam konsep produk yang mengutamakan eksfoliasi lebih lembut.
BUAT BRAND EXFOLIATING SESUAI KEBUTUHAN KULIT
Pemilihan acid akan lebih mudah jika dimulai dari masalah atau kebutuhan kulit yang ingin menjadi fokus produk. Bukan berarti satu acid hanya dapat digunakan untuk satu masalah. Namun, karakter masing-masing bahan dapat membantu menentukan arah formulasi dan positioning produk.
KULIT KUSAM & TEKSTUR TIDAK MERATA → AHA
Jika konsep brand ingin menyasar konsumen yang merasa kulitnya terlihat kusam dan memiliki tekstur kurang rata, AHA dapat menjadi salah satu pilihan bahan eksfoliasi. Glycolic acid dan lactic acid termasuk kelompok AHA yang umum digunakan dalam kosmetik.
Ketentuan Konsentrasi AHA
- ≤ 10% — total AHA dihitung sebagai asam, dengan pH ≥ 3,5 → dapat diaplikasikan sendiri.
- > 10% – 20% — total AHA dihitung sebagai asam, dengan pH ≥ 3,0 → penggunaannya oleh dokter.
- > 20% – 30% — total AHA dihitung sebagai asam, dengan pH ≥ 3,0 → untuk aplikasi oleh dokter spesialis dermatologi dan venerologi.
Jadi untuk pengembangan exfoliating toner kosmetik, jangan otomatis menggunakan AHA 10% atau 20%. Konsentrasi harus ditentukan bersama jenis AHA, pH, sistem formula, tujuan produk, dan ketentuan regulasi yang berlaku.
KULIT BERMINYAK & MUDAH KOMEDO → BHA
Untuk konsumen dengan kulit berminyak dan pori yang mudah tersumbat, BHA dapat menjadi pilihan yang lebih relevan. Salicylic acid merupakan BHA yang umum digunakan dalam kosmetik.
Contoh produk: BHA Clarifying Toner. Positioning: Oil & Pore Care
Konsep ini dapat diarahkan pada pengalaman penggunaan yang ringan dan sesuai dengan rutinitas perawatan kulit untuk konsumen dengan kulit berminyak.
KULIT YANG MEMBUTUHKAN EKSFOLIASI LEBIH GENTLE → PHA
Jika target market Anda lebih mempertimbangkan eksfoliasi dengan pendekatan yang gentle, PHA dapat menjadi salah satu bahan yang dipertimbangkan.
Contoh produk: PHA Gentle Toner. Positioning: Gentle Exfoliation
PHA dapat menjadi pilihan untuk brand yang ingin mengembangkan produk dengan pendekatan gentle exfoliation. Konsentrasi dan karakter formula tetap perlu ditentukan melalui proses R&D dengan mempertimbangkan keamanan dan tujuan penggunaan.
INGIN MENGGABUNGKAN BEBERAPA KEBUTUHAN → AHA + BHA + PHA
Brand juga dapat mengembangkan konsep dengan kombinasi beberapa kelompok acid.
Contohnya: AHA + BHA + PHA Exfoliating Toner. Positioning: Multi-Acid Exfoliation. Tetapi kombinasi tersebut perlu dirancang secara khusus. Tidak cukup hanya menambahkan tiga acid ke dalam satu formula. Jenis bahan, konsentrasi, pH, sistem formula, dan karakter penggunaan perlu dipertimbangkan oleh formulator.
KEMBANGKAN EXFOLIATING TONER CUSTOM BERSAMA DREAMLAB
Jika Anda ingin membuat brand exfoliating toner, Anda tidak perlu datang dengan formula yang sudah jadi. Anda dapat memulai dari konsep sederhana. Misalnya: Saya ingin membuat toner untuk kulit berminyak yang mudah komedo.
Atau: Saya ingin membuat exfoliating toner dengan konsep gentle untuk pengguna skincare pemula. Dari ide tersebut, arah produk dapat dikembangkan bersama tim R&D Dreamlab.
Dengan pendekatan 1 Client = 1 Custom Formula, pengembangan produk dapat disesuaikan dengan konsep brand yang ingin Anda bangun.
YUK, KEMBANGKAN BRAND EXFOLIATING TONER ANDA
Membuat exfoliating toner membutuhkan lebih dari sekadar menentukan bahan aktif. Masalah kulit menentukan arah produk.
Kemudian jenis acid, konsentrasi, pH, tekstur, dan sistem formula dikembangkan untuk mendukung konsep tersebut.
Jika Anda sudah memiliki ide untuk membuat exfoliating toner AHA, BHA, PHA, atau kombinasi ketiganya, Dreamlab dapat membantu mengembangkan konsep tersebut melalui proses konsultasi, custom formula, sample, hingga produksi.
Punya ide exfoliating toner sendiri?
Mulai konsultasikan konsep produknya bersama Dreamlab.
Mulai Konsultasikan Bersama Dreamlab →FAQ
Berapa modal untuk membuat exfoliating toner?
Modal pembuatan exfoliating toner dapat berbeda untuk setiap brand, tergantung pada formula, bahan aktif, jenis kemasan, ukuran produk, dan jumlah produksi. Anda dapat berkonsultasi dengan Dreamlab.
Berapa MOQ untuk membuat exfoliating toner?
MOQ Dreamlab fleksibel dan dapat dikonsultasikan berdasarkan konsep produk serta kebutuhan produksi Anda. Jadi, Anda dapat mendiskusikan jumlah produksi yang paling sesuai sebelum menentukan produk.
Bagaimana cara membuat sample exfoliating toner?
Proses dimulai dari konsultasi konsep produk, kemudian tim R&D membantu menentukan arah formula berdasarkan kebutuhan kulit dan positioning brand.

