Dreamlab maklon kosmetik baru saja diundang siaran di KLi FM untuk bongkar langsung bagaimana mereka mendampingi kliennya — bukan cuma soal produksi, tapi strategi lengkap dari riset pasar sampai sebuah brand bisa punya customer di Australia. Ini rangkuman strateginya.
Dreamlab adalah partner strategis untuk clientnya
Satu kalimat yang paling nempel dari siaran ini: "kita bukan pabrik yang jual produk" dan "kita bukan just maklon." Tim Dreamlab menegaskan bahwa keterlibatan mereka dimulai jauh sebelum produk jadi — dari riset pasar bareng klien, termasuk mengecek apakah "pasar dia nerima," bahkan dari "circle dia sendiri" dulu, sebelum brand itu didorong melangkah lebih jauh.
Posisi sebagai partner ini yang membedakan Dreamlab maklon kosmetik dari maklon pada umumnya — mereka nggak cuma menunggu pesanan produksi masuk, tapi ikut mikirin apakah sebuah brand memang siap diterima pasar.

Strategi Dreamlab untuk Client Sampai Punya Pasar Australia
Pendampingan ini paling terlihat dari perjalanan salah satu kliennya, Hair Curl Cream dari Sensesoul. Dari awal, Dreamlab membantu memperjelas siapa target pasarnya — di siaran disebutkan langsung ciri audiens yang dituju: "dia itu memang rambutnya keriting." Kedengarannya sederhana, tapi justru ini yang membuat produk dan pesan marketing Sensesoul fokus ke satu kebutuhan spesifik, bukan produk rambut generik untuk semua orang. Berikut strateginya, tahap demi tahap:
- Mulai dari skala realistis. Sensesoul memulai produksi dengan MOQ yang fleksibel — di Dreamlab, kamu bisa tentukan sendiri jumlah produksi awal sesuai kemampuan dan kebutuhan brand, jauh dari standar industri yang biasanya mematok MOQ kaku di semua kategori. Ini yang membuat risiko modal di awal jauh lebih terkendali, tapi tetap cukup untuk masuk ke penjualan serius. Baca juga: estimasi biaya maklon skincare untuk persiapan budget yang lebih matang.
- Validasi pasar lewat pameran, bukan tebak-tebakan. Sensesoul ikut pameran di Bali untuk menguji langsung respons calon konsumen — langkah yang sering dilewati brand baru karena buru-buru ingin scale up. Dari sinilah sinyal pertama soal seberapa besar minat pasar mulai terlihat.
- Bersaing dan menang di kategori yang sama. Di siaran disebutkan juga soal produk yang "menangnya dapat dari yang produk B gitu" — indikasi bahwa Sensesoul nggak cuma dijual, tapi terbukti lebih diminati dibanding kompetitor sekategori saat dibandingkan langsung oleh konsumen.
- Dari validasi ke ekspansi internasional. Momentum dari pameran dan kemenangan di pasar lokal itu terus berkembang. Dalam kata-kata tim Dreamlab sendiri: "Australia, sampai ke mana-mana tuh dia booming." Pertumbuhannya digambarkan bertahap tapi konsisten — di siaran bahkan sempat ditunjukkan contoh data penjualan yang terus "sedikit meningkat" dari waktu ke waktu, bukan lonjakan instan, tapi tren yang stabil naik.
- Membangun basis konsumen yang loyal. Sensesoul sampai punya komunitas konsumen sendiri, digambarkan sebagai "konsumen yang ngedobrak-dobrak owner-nya" — terus-menerus minta restock dan produk baru karena permintaan yang tinggi.
Tim Dreamlab menyebut pencapaian ini bukan kebetulan, tapi hasil dari layanan yang mereka sebut "satu jasa yang komplit" — formula, legalitas, sampai pendampingan strategi pasar ada dalam satu partner yang sama. Kamu bisa lihat langsung hasilnya di yoursensesoul.com atau Instagram resminya @sensesoul.id. Pelajari juga rekomendasi maklon kosmetik terbaik untuk memperkuat strategi brand-mu.

Strategi Dreamlab untuk Produk Bodycare
Selain Sensesoul, ada satu klien lain yang dibahas di siaran ini: SYD Body Booster Whitening. Kalau strategi Sensesoul menonjol di sisi riset pasar dan validasi, strategi di balik SYD justru menyoroti sisi lain yang sama pentingnya — desain packaging dan kepekaan terhadap tren pasar.
Kategori whitening bodycare sendiri sedang jadi tren yang diminati, dan persaingannya nggak main-main di sisi visual. Di siaran, tim Dreamlab sampai menunjukkan langsung contoh kemasan sambil membahas detail teknisnya — "dengan posisi printingan kayak gini" — menandakan bahwa desain label dan cetakan pada kemasan digarap sampai ke detail posisi, bukan asal tempel logo. Hasilnya produk dengan tampilan yang meyakinkan, yang dalam istilah siaran punya "hold-nya bagus" dibanding kompetitor sekategori.
Yang menarik, SYD juga nggak berhenti di titik aman. Disebutkan "bukan hanya" soal tampil bagus di rak, "tapi dia udah mainnya ke level" yang lebih tinggi — brand ini terus naik kelas dari sisi positioning, bukan cuma mengandalkan desain kemasan yang menarik di awal.
Satu hal lagi yang jadi fondasi penting di balik strategi ini: klaim whitening pada produk ini nggak dibuat asal-asalan. Tim Dreamlab menegaskan prinsip yang mereka pegang ke semua klien, termasuk SYD: "klien kita nggak boleh just claim." Artinya, klaim seperti "whitening" harus didukung formula yang memang diracik untuk itu, bukan sekadar kata-kata di kemasan — sesuatu yang krusial di kategori bodycare yang sering jadi sorotan soal klaim berlebihan.
Pelajarannya: strategi pendampingan Dreamlab nggak berhenti di formula. Membaca tren pasar, menerjemahkannya ke desain produk sampai detail printing, sekaligus menjaga klaim tetap jujur secara formula — itu yang membantu brand seperti SYD menang di rak sekaligus menang di kepercayaan konsumen. Simak juga perbedaan maklon dan OEM kosmetik untuk memahami model produksi yang tepat untuk brand-mu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu strategi pendampingan yang dijalankan Dreamlab ke kliennya?
Strategi ini mencakup riset pasar sejak awal, produksi dengan MOQ fleksibel yang bisa kamu tentukan sendiri, validasi pasar lewat pameran, hingga pendampingan strategi desain packaging sesuai tren pasar.
Bagaimana Sensesoul bisa sampai punya customer di Australia?
Sensesoul memulai dari produksi dengan MOQ fleksibel, memvalidasi pasar lewat pameran di Bali, lalu momentumnya berkembang hingga dikenal di pasar Australia dan memiliki komunitas konsumen loyal sendiri.
Kenapa desain packaging disebut sebagai bagian dari strategi, bukan cuma formula?
Karena presentasi produk memengaruhi persepsi konsumen di rak. Contoh SYD Body Booster Whitening menunjukkan bahwa desain yang mengikuti tren pasar memperkuat kekuatan formula, bukan sekadar pelengkap.
Berapa MOQ minimal untuk mulai bisnis kosmetik di Dreamlab?
MOQ di Dreamlab fleksibel — kamu bisa tentukan sendiri jumlah produksi awal sesuai kemampuan dan kebutuhan brand, jauh dari standar industri yang umumnya mematok MOQ kaku di semua kategori.
Apakah konsultasi awal berbayar?
Tidak. Dalam siaran disebutkan langsung bahwa konsultasi awal tidak berbiaya apa-apa, jadi kamu bisa mulai diskusi tanpa komitmen biaya di muka.

Siap Jadi Partner Selanjutnya?
Perjalanan Sensesoul dan SYD membuktikan bahwa Dreamlab adalah partner tepat untuk brand Anda — bukan cuma soal produksi, tapi pendampingan riset pasar, validasi, sampai desain yang mengikuti tren. Mulai dengan konsultasi gratis bersama tim Dreamlab maklon kosmetik.
Konsultasi Gratis Sekarang
